Tidak Cuma Mengurus Orang Sakit Jiwa

Alkisah, seorang anak kelas 3 SMA lugu nan polos bertanya ke orangtuanya. “Ayah, Bunda, aku mau masuk jurusan psikologi aja ya?” Kaget, sang bunda menjawab, “Kamu mau masuk jurusan yang cuma ngurusin orang sakit jiwa gitu?” Sang ayah tidak mau kalah. Ia menggerutu. “Kamu gak salah, Nak? Ngurusin orang sakit jiwa gitu kan nggak ada duitnya. Mau makan apa kamu?”

Meski akhirnya diizinkan oleh ayah dan bundanya yang baik hati (mereka cuma cemas soal masa depan anaknya kok), si anak polos dan lugu ini bimbang juga. Ia tidak yakin soal apa yang dipelajari di psikologi. Yang ia tahu, psikologi belajar soal manusia (ya benar sih psikologi juga akan ngurusin orang dengan gangguan jiwa). Tapi apakah psikologi cuma soal itu?

Si anak polos lugu akhirnya lulus SMA dan diterima di fakultas psikologi sebuah universitas. Alangkah terkaget-kagetnya dia ketika harus ‘makan’ statistika di tiga semester, metode penelitian atau penulisan ilmiah yang rempong, dan pembuatan alat ukur/tes yang buku pedomannya tebal-tebal.

Tapi di sisi lain, ia semakin jatuh hati pada psikologi. Ia menyadari bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dari berbagai sudut pandang dan bidang-bidang. Cerita ini bukan fiksi loh. Ini cerita nyata dari teman saya. Sebut saja nama si anak itu Anggrek. Dan Anggrek nggak sendirian. Ada banyak kisah-kisah serupa di psikologi. Banyak yang nggak menyangka akan belajar apa di psikologi tapi akhirnya jatuh cinta juga dengan ilmu ini.

Nggak seperti yang diyakini ayah bunda-nya Anggrek, menangani orang dengan gangguan jiwa sebetulnya cuma bagian kecil dari psikologi. Kenyataannya, masih banyak bidang-bidang dalam psikologi lainnya yang seringkali nggak diketahui oleh orang-orang pada umumnya lho. Apa aja sih bidang-bidang itu?

Psikologi Industri dan Organisasi

Nah ini terkenal jadi sasaran anak-anak yang mau kerja kantoran. Di psikologi industri dan organisasi (PIO), kamu bakal belajar segudang ilmu-ilmu yang bakal berguna buat kamu aplikasikan dalam merekrut atau menyeleksi karyawan, melatih karyawan, menentukan posisi karyawan, atau melakukan riset di perusahaan. Bahkan nggak cuma itu, kamu juga punya ilmu-ilmu yang membuat produk perusahaan kamu laku keras. Ya dong… kamu kan bakal belajar yang namanya perilaku konsumen. Udah gitu, kamu juga bakal dapat keuntungan tambahan nih. Teman-teman kamu yang udah kerja di HR perusahaan pasti akan kasih lowongan kerja pertama kalinya ke kamu dulu. Jadi, punya network anak psikologi bisa bikin kamu lebih cepat dapat kerjaan.

Psikologi Klinis

Bidang ini nih yang bikin orangtua ragu anaknya masuk psikologi. Tapi sebetulnya orangtua-orangtua itu salah kaprah soal psikologi klinis. Bidang ini bukan cuma soal penanganan orang dengan gangguan jiwa. Orang sehat itu bukan berarti orang yang nggak punya gangguan jiwa. Orang sehat juga berarti orang yang bahagia dan mampu menyikapi hidupnya secara positif. Banyak loh orang-orang yang nggak punya gangguan jiwa tapi hidupnya selalu penuh perasaan kekurangan dan akhirnya menderita. Kurang banyak teman lah, kurang banyak harta lah, kurang dapat perhatian lah, dan lain-lain. Nah psikologi klinis membantu juga orang-orang seperti ini mencapai kebahagiaan.

Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan bukan soal urusan bimbingan konseling di sekolah aja. Di bidang ini, karir kamu cukup penting bagi suatu sistem pendidikan. Psikologi pendidikan bertanggung jawab atas proses psikologis yang kamu alami selama kamu belajar di sekolah. Di dalam bidang ini, kamu bakalan belajar banyak hal soal bagaimana pelajar bisa menerima ilmu dengan efektif, bagaimana kurikulum seharusnya dirancang, dan bagaimana sistem pendidikan anak seharusnya dikembangkan. Dengan bekal ini, kamu bisa menjadi guru yang menyenangkan di sekolah atau konsultan bagi sekolah-sekolah yang merancang sistem pembelajarannya. Bagaimanapun, semua berawal dari pendidikan bukan?

Psikologi Perkembangan

Tahukah kamu mengapa orangtua-mu kesulitan menggunakan gadget dibanding kamu? Tahukah mengapa remaja melakukan tawuran yang berakibat fatal? Atau tahukah kamu bahwa anak-anak sekarang lebih cerdas daripada anak-anak di masa lalu? Semua jawaban pertanyaan-pertanyaan itu bisa kamu jawab di psikologi perkembangan. Bidang ini mempelajari bagaimana psikologi seorang manusia berkembang dari lahir sampai meninggal dunia. Jadi kamu akan mengetahui kapan seseorang berkembang dan kapan seseorang menurun fungsi psikisnya. Dengan psikologi perkembangan, kamu punya bekal-bekal untuk mengurus keluarga dan anak-anakmu kelak. Biasanya, mereka yang tertarik di bidang ini cenderung menjadi psikolog yang menangani masalah anak atau peneliti perkembangan anak.

Psikologi Sosial

Dari bangun tidur sampai tidur lagi, pasti kita ketemu makhuk yang namanya manusia lain. Bahkan waktu lagi sendirian pun kita sering memikirkan orang lain. Nah di psikologi sosial, kamu bakal belajar bagaimana manusia berperilaku dalam konteks sosial. Misalnya, kenapa sih kita mau menolong orang yang tidak kita kenal? Atau yang lebih sederhana, kenapa sih ada orang yang kita suka dan kita benci? Nah, di psikologi sosial, kamu juga bakal belajar dinamika cinta dan hubungan romantis. Biar bisa dapat jodoh yang lebih oke. Gak cuma soal itu, dengan bekal psikologi sosial kamu juga bisa loh merancang program-program pemberdayaan masyarakat sesuai teori-teori yang kamu pelajari.

Jadi, luas kan bidang-bidang keilmuan yang dimiliki psikologi? Mana yang merupakan minat kamu? Lain kali, kalau orangtua kalian tanya apa yang kalian akan pelajari di psikologi, udah tahu dong jawabannya apa.

(*)

Joevarian Hudijana | @joe_hudijana
Mahasiswa S-3 Fakultas Psikologi
Univeristas Indonesia




LEAVE A REPLY

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url