Saya Bangga Berbahasa Arab

Bahasa Arab adalah satu-satunya jurusan yang ingin sekali saya masuki
saat pertama kali mendaftar kuliah. It’s real! Mungkin karena background
saya santri kali ya, jadi milihnya Bahasa Arab. Hmmm, nggak juga kok! Ini
benar-benar murni dari hati, walau tak sedikit orang di sekitar saya yang
mengerutkan dahi tanda heran, lalu berkata “Mau jadi guru ngaji lo ya?
Haha”, “Mau kerja apa lo ambil jurusan Bahasa Arab?”, ”Mau jadi TKW?”
dan
seterusnya.

Namun serentetan pertanyaan-pertanyaan itu
tidak membuat saya ciut dan mundur satu langkahpun untuk mengurungkan niat saya
untuk masuk Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab. Saya percaya bahwa Allah
akan mempermudah jalan orang-orang yang sedang mencari ilmu, apapun bidang
keilmuannya.

Mau jadi guru ngaji? Why not?” Guru
adalah pekerjaan yang sangat mulia lagi bermanfaat, ditambah lagi guru “ngaji”
ini benar-benar bonus. Pahala berlipat ganda ketika kita ikhlas mengajarkannya.

“Sebaik baik kalian adalah orang
yang belajar Al-quran dan mengajarkannya.”

 So, berbahagialah kalian yang diberi
kesempatan untuk belajar Bahasa Arab.

Memang idealnya belajar di suatu lembaga pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas diri (self-improvement), bukan sekadar untuk mencari kerja. Namun, jaminan mendapatkan pekerjaan sebagai
penopang hidup masa depan setelah lulus merupakan tuntutan dan kebutuhan tak
terelakkan. Nah, oleh karena itu Jurusan Bahasa dan Sastra Arab hadir untuk:

+ Menghasilkan calon guru bahasa Arab dan tenaga kependidikan yang
profesional dan memiliki keunggulan kompetitif.
+ Menghasilkan sarjana di bidang bahasa Arab yang bisa memenuhi kualifikasi profesional sebagai peneliti di bidang bahasa Arab dan pendidikan Islam.
+ Mencetak sarjana pendidikan Islam yang memiliki kualitas akademik tinggi sehingga bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan di atasnya.
+ Membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Arab yang memungkinkan mereka berpeluang untuk bekerja sebagai pegawai di kantor KBRI, penerjemah, guide, dan lain-lain.

*

Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab (PBSA) merupakan jurusan
secara pokok merangkul tiga bidang ilmu yakni pendidikan, bahasa, dan
sastra. Di kampus saya, UNJ, PBSA merupakan
jurusan terakreditasi A. Kuliah di Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab dengan namanya yang menggunakan “Bahasa dan Sastra Arab” saya kira dulu jika berkuliah di jurusan
ini, setiap hari mata kuliahnya adalah huruf gundul atau kitab kuning terus
hehe…. Tapi ternyata tidak.

Perlu kita ketahui guys.. dalam mempelajari
Bahasa Arab, kita harus mempelajari keterampilan berbahasa atau dalam Bahasa
Arab, yaitu:

1. Mendengar

Keterampilan mendegar adalah keterampilan
pertama yang harus dipelajari oleh setiap pembelajar Bahasa asing termasuk
Bahasa Arab, sebab dengan mendengarkan kita akan tahu bagaimana penutur asli
berbicara dengan logat aslinya. Dan dari mendengarkan kita dapat belajar secara
langsung bagaimana cara kita mengucapkan huruf-huruf dalam Bahasa Arab juga
kita akan belajar bagaimana untuk menjadi seorang pendengar yang baik, yang
mampu menyimpulkan isi dari bacaan, seminar, pidato, film, lagu dan sebagainya
sehingga kita bisa mengucapkan dan menuliskan ulang dengan baik.

2. Berbicara

Sebagai calon pendidik yang profesional
sekaligus pembelajar Bahasa Arab, mahasiswa
juga dilatih bagaimana teknik mengemukakan gagasan, ide, pokok pikiran
serta berkomunikasi secara lisan dengan menggunakan Bahasa Arab. Sebab, belajar
bahasa adalah praktik dan pembiasaan dan di dalam belajar Bahasa Arab kita
wajib mempraktekkan langsung dari apa yang telah kita dengar atau baca, agar
kita terbiasa untuk berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Arab.

3. Membaca

Dengan membaca, mahasiswa akan belajar secara
komprehensif serta kritis dan kreatif, sehingga mampu menyimpulkan isi dari
bacaan dan mempengaruhi pemahaman serta pengembangan kosakata yang terdapat
didalam bacaan tersebut.

4. Menulis

Menulis adalah keterampilan yang dapat
digolongkan pada tingkat kesulitan yang tinggi. Bertujuan untuk memberikan
keahllian kepada mahasiswa agar mampu menulis fakta ataupun karya ilmiah
dengan menggunakan kaidah berbahasa Arab dengan tepat. Menulis pun butuh
pembiasaan. Jadi, jangan takut untuk menulis! Tuangkan gagasan-gagasan
kreatifmu!

Nah, selain itu pada semester-semester
berikutnya kita akan mengenal apa itu linguistik, fonologi, morfologi,
sintaksis
dan seterusnya di setiap semester. Tak hanya itu, kita juga akan
mendapat mata kuliah Analisis Kontrastif dan Analisis Kesalahan Berbahasa,
tujuannya agar kita sebagai pembelajar bahasa asing sekaligus calon pendidik
mengetahui dan dapat memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan berbahasa
khususnya dalam mempelajari Bahasa Arab.

Oiya guys… nanti kita juga akan
dibimbing untuk berkarya melalui Sastra Arab, bagaimana menciptakan sebuah
cerita dalam drama menggunakan Bahasa Arab, menjadi pemeran teater, membacakan
puisi berbahasa Arab, dan masih banyak lagi! Bergumul dengan novel-novel
Arab, sajak-sajak pun akan menjadi santapan di setiap harinya.

Jadi, laa
takhof wa laa tahzan.
.. pendidik itu mulia dan pendidik yang hebat
adalah ia yang memiliki self-improvement dan skill yang baik. 

Belajarlah. Berkaryalah. Sebab melalui
sebuah karya lah kita akan dikenang.

(*)

Nur Adibatul Lutfiyyah

Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab 2012

Universitas Negeri Jakarta

adiba.lutfiyyah@gmail.com




LEAVE A REPLY

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url