Menuju Kesejahteraan Sosial

Awalnya memang berat mempelajari sesuatu yang baru, apalagi sesuatu yang tidak pernah kita pelajari sebelumnya. Menariknya, saya tidak butuh waktu lama untuk jatuh cinta pada jurusan ini, Kesejahteraan Sosial. Selama empat tahun di bangku kuliah, nilai saya selalu bagus sampai saya tidak percaya. Menariknya lagi, saya dinobatkan menjadi mahasiswa berprestasi di kampus saya selama tujuh semester berturut-turut, sungguh hal yang di luar dari bayangan. Sayapun coba menerka, “Kok bisa?”.

Pertama, mungkin karena saya merasa beruntung bisa memperoleh kesempatan untuk kuliah di jurusan ini. Di selama kuliah saya merasa senang berinteraksi dengan banyak orang yang notabene memiliki beragam latar belakang. Sehingga secara tidak langsung saya bisa mempelajari keunikan manusia itu sendiri.

Kedua, saya jatuh cinta pada pernyataan “To help people to help themselves” yang sering diulang-ulang selama kuliah. Saya suka menolong orang. Tapi sayapun menyadari bahwa yang dapat menolong diri kita ya diri kita sendiri. Maka dari itu memahami dan menghargai diri sendiri dapat membantu kita menghadapi permasalahan yang datang.

Ketiga, saya tidak sedang mencari kebahagiaan karena dengan mensyukuri sekaligus ikhlas dengan apa yang telah kita peroleh setelah berusaha, kebahagiaan itu akan datang dengan sepenuhnya.

*

Banyak orang yang belum mengenal jurusan yang satu ini, walaupun jurusan ini sudah ada sejak lama di Indonesia. Saya sendiri diterima di jurusan ini karena sebuah kecelakaan. Saat saya bersedih tidak lulus banyak tes masuk kuliah, seorang teman mengajak saya jalan-jalan ke Gorontalo yang juga menyelenggarakan tes lokal masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Saya juga tidak tahu banyak waktu itu. Maka dari itu, saya ingin teman-teman tahu bahwa…

Jurusan Kesejahteraan Sosial, menurut saya, adalah ilmu yang holistik sehingga tidak dapat berdiri sendiri sehingga sayapun belajar ilmu-ilmu lainnya, seperti psikologi, sosiologi, dan konsuling. Khusus di kampus saya, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, mahasiswa diajarkan HBSE atau human behavior and social environment, dimana tujuan mata kuliah ini adalah melihat manusia dalam berbagai macam setting dan pengaruh lingkungannya terhadap perilaku yang dia tampilkan sebagai seorang Individu.

Dalam jurusan ini saya juga memperolah banyak pengetahuan seputar manusia dan lingkungannya. Kami mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan nilai kesejahteraan dari setiap individu (mikro), kelompok/keluarga (meso), serta masyarakat atau komunitas (makro). Kami juga memahami makna keberfungsian sosial, yaitu kondisi dimana seseorang, kelompok, ataupun masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhannya, memecahkan masalah, dan melaksanakan peran sesuai dengan kebutuhan. Yang mana semua pelajaran ini punya tujuan yang satu, yaitu kesejahteraan sosial.

(*)

Alfrojems

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, 2012

Email : alfro.jems@yahoo.com  




LEAVE A REPLY

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url