Mau Jadi Pengusaha Peternakan?

Dari  kata “peternakan” seringkali timbul pertanyaan di benak calon mahasiswa, “Menggembala ternak ngapain harus kuliah tinggi-tinggi?” Eits, sebelum (tidak) memilih jurusan ini, biar jelas ayo kita kupas seluk beluk dunia
peternakan di kampus. 

Ilmu peternakan merupakan jurusan yang
dikhususkan untuk teman-teman yang basic-nya dari IPA. Tapi ada juga loh anak
IPS dan SMK yang nekat masuk jurusan ini. Ya selama dia mampu, kenapa tidak? Di
beberapa kampus jurusan ilmu peternakan ini berdiri sendiri di Fakultas
Peternakan, tapi tidak jarang ada bawah naungan Fakultas Pertanian.

Apa saja yang dipelajari di sini?

Jawabannya
semua tentang peternakan! Contohnya, Fisika dan Matematika yang akan digunakan jika kita hendak membangun kandang. Belajar soal lingkungan dan iklim untuk mengetahui habitat yang cocok untuk ternak. Terus, Biologi, kesehatan
hewan dan obat-obatan agar mampu mengetahui kesehatan ternak. Terus belajar Ekonomi, Hukum, dan Komunikasi yang akan membantu kita saat terjun ke masyarakat. Terakhir, ilmu terapan alias praktiknya!

Masalah apa yang bisa diselesaikan oleh lulusan ilmu peternakan?

1. Nutrisi dan pakan ternak, kita
mampu menciptakan formulasi campuran makanan ternak untuk meningkatkan
pertumbuhan ternak. Misal nih, di suatu daerah sangat banyak tanaman jahe, nah
kita harus bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada, yaitu jahe tersebut, untuk dijadikan bahan makanan
ternak. Tentunya dengan penelitian terlebih dahulu.

2. Produksi/Pembibitan, kita bisa
melakukan rekayasa genetik atau melakukan tindakan khusus supaya ternak bisa
menghasilkan bibit unggul.

3. Teknologi Hasil Ternak,  kita dituntut bisa menciptakan produk olahan hasil ternak yang
berkualitas, dan bahkan menciptakan inovasi baru, misalnya dendeng kelinci. Pernah dengar?

4. Sosial Ekonomi, kita harus bisa
terjun di masyarakat khususnya membantu para peternak rakyat dan meningkatkan
perekonomiannya dari bidang peternakan. Kita juga dituntut mampu menjalankan suatu bisnis di bidang peternakan dengan perhitungan ekonomi yang tepat.

Perkembangan terbaru di bidang peternakan ada di beberapa aspek di antaranya,
penerapan teknologi dan energi terbarukan, pengembangan kawasan
peternakan terintegrasi, dan pengembangan kawasan peternakan berkelanjutan
.

Sebagai mahasiswa peternakan, kami juga dilatih mampu mengurus semua jenis ternak, mulai dari memandikan sapi, potong
kuku, periksa kebuntingan, menetaskan telur dengan mesin, memerah susu,
menuntun sapi langsung menggunakan tali, dan teknik menggendong kambing/domba.

Yang paling berkesan selama belajar di jurusan ini adalah ketika saya mendapat
kesempatan magang di Peternakan Ultra yang termasuk dalam lingkungan peternakan sapi
perah terbesar di Jawa Barat dengan populasi sekitar 4000 ekor sapi. Walaupun peternakannya tergolong besar, semua dikelola dengan standar yang ada.

Sebenarnya, kami dibentuk untuk menjadi wirausaha di bidang peternakan. Tapi nggak masalah kalo teman-teman tidak berminat buat memulai bisnis/berwirausaha. Ada banyak kok perusahaan swasta atau milik pemerintah yang
menampung lulusan sarjana peternakan.

So keep the spirit! Buat melanjutkan
pendidikan ke universitas, apapun jurusannya yang penting jangan pernah
berhenti berkarya.

(*)

Istijaar Akbarok, S.Pt.

Alumni Peternakan, Universitas Padjadjaran

istijaarakbar@gmail.com

image



LEAVE A REPLY

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url